Jumat, 14 Juni 2019

Eksplorasi Pulau Biawak Indramayu

Pulau Biawak atau Pulau Rakit adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pulau Biawak terletak di sebelah utara semenanjung Indramayu sekitar 40 Km dari pantai utara Indramayu. Sesungguhnya nama pulau tersebut adalah Pulau Rakit, tetapi oleh Pemkab Indramayu dinamakan Pulau Biawak karena di pulau ini banyak dijumpai satwa liar yang justru menjadi ciri khasnya, yakni biawak (Varanus salvator). Satwa ini tergolong unik karena hidup di habitat air asin. Setiap menjelang matahari terbenam, puluhan biawak dengan panjang antara 20 centimeter hingga 1,5 meter terlihat berenang di tepian pantai. Satwa-satwa itu memang tengah berburu ikan untuk kebutuhan makannya.
Selain disebut sebagai pulau Biawak, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Menyawak dan Pulau Bompyis.
Pulau itu memiliki pesona wisata yang unik, karena karangnya yang masih 'perawan ' dan hidup. Di antara keempat pulau itu, hanya Pulau Biawak yang masih utuh dalam segalanya. Sedangkan tiga pulau lainnya hanya berupa hamparan pulau karang semata. Pulau Gosong, misalnya, kondisinya rusak karena jutaan meter kubik material karangnya diambil untuk pengurukan lokasi kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan.

Keberadaan pulau ini sangat berbahaya bagi alur pelayaran kapal-kapal laut yang melintas di kepulauan tersebut. Maka tak heran, bangsa Belanda semasa menjajah kepulauan Indonesia, mendirikan bangunan menara mercusuar. Mercusuar dengan ketinggian sekitar 65 meter itu dibangun oleh ZM Willem pada 1872. Hingga kini, bangunan itu masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal besar maupun kecil yang melintas. Melihat usia bangunan tersebut, mercusuar itu diperkirakan seumur dengan mercusuar di Pantai Anyer.

Berikut ini adalah hasil dari eksplorasi kami mengunjungi Pulau Biawak pada tanggal 1 Mei 2019 :



Welcome to Pulau Biawak


Ini adalalah sebuah view saat pengunjung turun dari kapal dan berjalan menuju Pulau Biawak.







Burung Camar


Salah satu hewan yang menyambut kedatangan pengunjung saat turun dari kapal dan berjalan menuju Pulau Biawak.






Surga Kecil


Dari Pulau Biawak pengunjung dapat menikmati pemandangan laut seperti dermaga yang di sebelahnya terdapat satu pohon bakau kecil. Dermaga ini mempunyai panjang sekitar 300 meter dan mempunyai luas hanya 1,5 meter yang terbuat dari beton




Ambruk


Jembatan penghubung dari kapal menuju pintu masuk Pulau Biawak yang kian rusak.







Menuju Pulau Biawak


Akses untuk mencapai pulau ini pengunjung bisa menggunakan dua jenis kapal. Pertama dengan menyewa perahu nelayan, kedua menggunakan speed boat yang dimiliki Dinas Pariwisata  dan Budaya Kabupaten Indramayu. Waktu perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan kapal nelayan adalah 4 jam. Apabila menggunakan speed boat cukup 3 jam saja









Penghuni Pulau


Biawak adalah hewan jenis reptil, habitat hewan ini biasanya tidak jauh dari perairan. Biawak berenang di air untuk mencari mangsa seperti ikanikan kecil, kepiting, atau cumicumi










Terbengkalai 


Akses jalan menuju homestay yang terhalang oleh ranting-ranting yang kian menjalar, dan terbengkalainya penginapan yang kian lama tidak dihuni.







Roboh


Homestay yang berada di tengah hutan bakau yang tinggi kini sudah hancur terbengkalai.







Makam Syeh Syarif Khasan 


Syeh Syarif Khasan merupakan kerabat dari Sunan Gunung Jatibeliau dimakamkan di Pulau Biawak karena beliau sering bertapa di pulau ini.










Biawak 


Biawak di pulai ini merupakan asuhan dari nyonya belanda sejak tahun 1872, biawak di pulau ini panjangnya 1 sampai 1,5 meter.







Bukan Biawak Biasa



Biawak di pulau ini bukan biawak biasa, diantaranya ada salah satu kelompok biawak yang merupakan jelmaan dari tentara Belanda.






Sesajen


Kambing di Pulau Biawak ini bukan karena ada yang memelihara, namun dikarenakan untuk sesajen.





Tak Terpakai


Salah satu penginapan yang berada di samping mercusuar yang masih berdiri kokoh namun sangat kotor dan tidak terawat.





Mercusuar


Mercusuar ini dibangun pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1872. Hal ini dikarenakan pulau biawak menjadi jalur berbahaya bagi nelayan, maka dari itu dibangunlah mercusuar ini. Hingga saat ini mercusuar masih berdiri kokoh dengan tinggi mencapai 65 meter meski sudah dilakukan bebrapa kali perbaikan. 





 













Naik, Turun dan Berputar


Pengunjung dapat menikmati sebuah pemandangan pulau biawak dari puncak mercusuar dengan menaiki sekitar 300 anak tangga yang dirancang melingkar. Mercusuar ini mempunyai 16 lantai. Tangga ini terbuat dari besi yang kokoh. Namun karena usianya yang terbilang sudah ratusan tahun besi-besi ini sudah berkarat dan ada beberapa yang putus.






Bird Eye


Pengunjung dapat menikmati pemandangan laut dan dermaga yang panjang dari puncak mercusuar.






Sunset


Sunset dipulau biawak memperlihatkan gradasi antara warna orange dan awan biru.









Fotografer :
1. Andrian Rohmad K ig: @andrianrk
2. Ibnu Rifai ig: @ibnurifall




Karya kami lainnya :






Eksplorasi Pulau Biawak Indramayu

Pulau Biawak atau Pulau Rakit adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa di Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pulau Biawak terletak di...